Disangsikan Bermasalah, Projek 13 Milyar Di Kota Tanjungbalai Dipertanyakan.

Tanjungbalai,SSOL.Com-Pelaksanaan Mega Proyek dipinggiran sungai silau tepatnya di Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai disangsikan bermasalah.

Pasalnya dari beberapa pekerjaan yang dilakukan ditengarai tidak dilaksanakan sesuai ketentuan, berdasarkan pantauan SSOL, banyak bahan-bahan bangunan yang digunakan diduga tidak berkualitas baik, seperti pasir, kayu – kayu,triplek, besi-besi diduga tidak sesuai standart yang telah ditetapkan di RAB.

Sesuai yang tertera dipapan informasi, Projeck tersebut dengan Nama Pekerjaan : Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Kota Tanjungbalai Kawasan Sirantau, Daerah Pekerjaan : Kota Tanjungbalai, Nomor Kontrak : 02,03/Kota-TB/PKP.PPPW2-SU/01/2020,Nomor SPMK: HK.01,24/KOTA-TB/PKP.PPPW2-SU/01,Jumlah Dana : Rp.13.037.742.784.54,-/Unit Price, Sumber Dana : Loan IsDB (Kotaku) Tahun 2020,Jangka Waktu Pelaksanaan : 240 hari Kalender, atau 22 September 2020 s.d 19 Mei 2021, Nama Perusaan : PT. DAYATAMA CITRA MANDIRI, Konsultan MTC : PT.INTERINDO DINAMIKA, Penanggungjawab Pekerjaan : PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN PENGEMBANGAN KAWASAN PEMUKIMAN SATUAN KERJA PELAKSANA PRASARANA PEMUKIMAN WILAYAH II PROPINSI SUMATERA UTARA.

Dalam hal ini juga disangsikan fungsi pengawasan yang tidak maksimal, dari pengawas pekerjaan, dalam hal ini Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPWS) Propinsi Sumatera Utara sehingga pelaksana proyek kegiatan, berkemungkinan melakukan kecurangan dalam melaksanakan kegiatan proyek tersebut.

Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (LPPKN) Kota Tanjungbalai, Hermansyah Caniago, diduga berpotensi terjadinya kerugian negara dalam kegiatan tersebut, meskipun saat ini proyek tersebut belum selesai, namun secara hitungan awam, dinilai sebagai masyarakat, terjadi kejanggalan antara hitungan – hitungan yang dilakukan dengan pagu anggaran yang telah disiapkan, sehingga kegiatan tersebut patut untuk dipertanyakan.

” meskipun saat ini proyek tersebut belum selesai, namun selaku masyarakat kami menilai ada kejanggalan dalam proyek tersebut, kami duga ada ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan pagu anggaran yang telah disiapkan, dan hal tersebut menjadi tanda tanya besar dan patut untuk kita pertanyakan.” ujar Herman kepada SSOL.

Maka dalam hal ini, Herman meminta pengawas dari BPPWS Propinsi Sumatera Untuk turun dan selalu ada dalam mengawasi kegiatan tersebut, sehingga menutup kemungkinan terjadinya kerugian negara. tutup Herman.

Saipul Marpaung.

LEAVE A REPLY