Dinas P3A, Gelar Sosialisasi Cara Protektif Dini KDRT

Batu Bara. SSOL- Cara untuk pencegahan dan penanganannya merupakan tugas bersama dan melibatkan semua unsur. Agar tidak terjadinya kekerasan yang terjadi, maka mengambil sikap membangun kerukunan dan keharmonisasian dalam Rumah tangga.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas DP3A Kabupaten Batubara dalam acara Peningkatan Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dalam Upaya Penguatan Keluarga, Kamis(03/10) Berlangsung di aula Kantor Camat Medang Deras, kata nya ketika SSOL.COM mengkonfirmasi lewat hendphon selulernya, jumat, (4/10).

Harapan Kepala Dinas DP3A Wilda, menyampaikan sebuah harapan usai sosialisasi ini, semoga tidak akan terjadi hal-hal tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Wilda mengajak mari kita menjaga kerukunan keluarga supaya tercapai keharmonisan dalam Rumah tangga. Maupun siapa saja, baik itu
pihak (pemerintah, keluarga, lingkungan terdekat, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, Tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda, LSM, Ormas, Organisasi profesi, Media Massa/ elektronik, dunia usaha), legeslatif dan yudikatif, katanya.

Disampaing itu juga, kata Dra Wilda Myza Gustia berharap untuk dapat bekerjasama dari unsur Pemerintahan Desa maupun Kecamatan, sekaligus untuk berkoordinasi kepada pihak BNN, terkait bagi anak – anak dibawah umur 18 tahun kebawah yang terkontaminasi jenis narkotika, maka Dinas P3A, Siap mendampingi agar tidak terganggu terhadap psikologis bagi anak, kata nya.

Pada acara tersebut, kata sambutan Camat Medang Deras Syahrizal SH mengatakan pelaksana Sosialisasi pencegahan KDRT kiranya nanti dapat dilaksanakan di wilayah masing -masing Desa terkhusus di Kecamatan Medang Deras agar sama sekali tidak ditemui KDRT.

Bripka Eva Sihotang turut menyampaikan sebagai nara sumber pada acara tersebut, dari penyidik PPA dari Polres Batu Bara menjelaskan tentang Sejarah KDRT, menurut nya tahun Undang-Undang (UU) No.7 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, 1992 rekomendasi umum No.19 dikeluarkan PBB :

” Bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah bagian diskriminasi”, tahun 1993 konferensi internasional PBB di Wina ditegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan sebagai pelanggaran HAM”, tanggal 20 Desember 1993 disyahkan “, Deklarasi penghapusan kekerasan terhadap perempuan” tahun 2004, Indonesia mengakomodir bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi terhadap perempuan didalam lingkup rumah tangga sebagaimana diatur Dalam UU No 23 tahun 2004.

Bahwa, Pengertian kekerasan dalam rumah tangga adalah kekerasan yang terjadi didalam lingkup rumah tangga antara pelaku dengan korban yang berada didalam lingkup rumah tangga diantaranya Suami, istri, anak, pembantu atau orang yang menetap tinggal serumah.

Eva menyampaikan Data kasus Perempuan dan Anak tahun 2019 di Kecamatan Medang Deras Sebanyak 9 kasus sedangkan data kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada UPPA di Polres Batu Bara pada tahun 2019 menurut laporan polisi sebanyak 15 kasus, P21 Nihil, Diversi Nihil, Restoractive Justice ada 7 Kasus, paparnya.

Aci Mukhlis