Dikonfirmasi Terkait Dugaan OTT Oknum Kabid, Kadiskanla Langkat Bungkam

Stabat, SSOL-Pasca pemberitaan media tentang dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oknum ASN Diskanla Kabupaten Langkat, dan seorang honorer Diskanla Langkat serta dua oknum ketua kelompok nelayan, Jum’at (5/7) kemarin, hingga kini masih menjadi teka-teki.

Pasalnya, tak ada satu pun pihak terkait yang berkenan memberikan informasi terkait dugaan OTT tersebut.

Untuk memastikan dugaan OTT tersebut, awak media menyambangi ruang kerja oknum Kabid Budidaya Diskanla Kabupaten Langkat berinisial AS. Disana, yang bersangkutan tidak ada terlihat di ruang kerjanya.

Saat awak media mencoba menanyakan keberadaan oknum Kabid tersebut, beberapa pegawai yang ditemu enggan memberikan keterangan dan terkesan tertutup. “Gak tau aku bang, gak ada masuk bapak itu dari pagi tadi bang. Gak tau ntah kemana,” beber salah seorang pegawai yang enggan menyebutkan namanya, Senin (8/7) sekira jam 16.00 WIB.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat, Subiyanto, saat disambangi di kantornya terkesan mengelak dan bungkam dari pertanyaan awak media. Subiyanto langsung pergi meninggalkan awak media saat dikonfirmasi mengenai dugaan OTT anggotanya tersebut. “Gak tau saya,” ketus Subiyanto dengan acuh.

Diberitakan sebelumnya, Dua oknum ASN Diskanla Kabupaten Langkat beserta seorang tenaga honorer dan dua orang ketua kelompok nelayan penerima bantuan dari Diskanla Langkat diduga terjaring OTT di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat tepatnya di belakang Toko Rumah Buah, Jum’at (5/7) sekira jam 15.30 WIB.

Menurut informasi yang diterima, dugaan OTT tersebut berawal ketika Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Diskanla Langkat berinisial A hendak menyerahkan bantuan benih, pakan ikan dan perlengkapan budidaya ikan kepada kelompok nelayan yang berasal dari Tanjung Pura. Tak selang berapa lama, masuk tim yang diduga dari Poldasu sekitar belasan orang dan langsung mengamankan Kabid Budidaya berinisial A Brandan, seorang penyuluh dari Diskanla berinisial D warga Stabat, seorang wanita tenaga honorer berinisial B warga Gebang diduga orang kepercayaan Kabid Budidaya dan dua orang ketua kelompok nelayan.

“Anehnya, tiba-tiba aja orang itu (tim Poldasu) datang dengan dua mobil. Begitu turun dari mobil, pak Kabid dan dua anggotanya beserta ketua kelompok nelayan langsung diamankan. Gak tau jelas apa masalahnya, disitu pun gak ada transaksi serah terima uang. Tau-tau kok mereka langsung dibawa aja sama mereka (tim Poldasu) bang,” beber nara sumber yang tak ingin namanya disebutkan kepada awak media.

“Macam dah diincar petugas pak Kabid itu, soalnya kok cuma dia dan dua anggota nya yang dibawa. Padahal rame ASN semalam di lokasi itu. ASN yang lain gak ada ditanya-tanya. Kami semua yang ada disitu heran, soalnya kami gak tau apa permasalahannya bang,” lanjut nara sumber.

Dalam OTT tersebut, selain mengamankan para ASN Diskanlan Langkat dan ketua kelompok nelayan, petugas hanya menyita barang bukti berkas serah terima bantuan yang sudah ditandatangani oleh perwakilan kelompok nelayan.

“Kalau bantuan yang diserahkan ke nelayan gak ada disita, semua dibawa oleh nelayan bang,” ketus nara sumber.

Ahmad