Dikeroyok dan Disekap Orang Suruhan Peternak Babi, Camat Hamparan Perak Melapor ke Polres Binjai

Tandam Hilir, SSOL.COM-Tak terima dikeroyok dan disekap sekelompok orang yang diduga suruhan pengusaha ternak babi, Camat Hamparan Perak, Amos F Karo-Karo melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya tersebut ke Polres Binjai, Senin (23/12) sekira jam 14.45 WIB.

Peristiwa tersebut berawal saat Dimas Perizinan, Dinas Pertanian, SatPol PP Kabupaten Deliserdang bersama dengan pihak Kecamatan Hamparan Perak dan pihak Desa Tandam Hilir I, beserta petugas keamanan dari Polsek Binjai dan Bhabinsa, melakukan penertiban terhadap peternakan babi yang diduga tak memiliki izin, sekira jam 12.00 WIB.

Camat Hamparan Perak beserta tim mulai melakukan penertiban ke peternakan babi milik Me Sing yang terletak di Dusun 2, Jalan Pasar 7, Desa Tandam Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang. Dari peternakan milik Me Sing, ditemukan sedikitnya ratusan ekor babi yang terinfeksi virus Hog Cholera (SCF).

Selanjutnya, Camat beserta tim melanjutkan pemeriksaan ternak babi yang lokasinya tak jauh dari lokasi semula. Disitu, tim tidak menemukan ternak yang terkena penyakit. Tim kemudian berencana mengamankan 10 ekor babi sebagai sampel dari peternakan yang diketahui milik Asan, yang akan dikirm ke Sibiru-biru.

Saat tim hendak menangkap ternak babi yang akan dikirim ke Sibiru-biru, puluhan orang tak dikenal tiba-tiba mendatangi lokasi ternak dengan melakukan penghadangan terhadap mobil yang akan mengangkut babi.

“Saya perintahkan tim untuk tetap melakukan pengangkatan babi, disaat itulah puluhan orang suruhan pengusaha peternak babi melakukan tindakan anarkis. Sopir dipaksa turun dari mobil. Saya sempat dikeroyok,” beber Camat Hamparan Perak.

Camat menambahkan, bahwa dirinya beserta tim dan awak media sempat dikurung di dalam pagar milik pengusaha ternak babi. “Lebih kurang 1 jam kami disekap di dalam. Tim yang ada diluar pun gak dikasih masuk. Gerbangnya ditutup sama orang suruhan pengusaha,” sambungnya.

Tindakan anarkis tersebut berhasil dilerai berkat kerjasama tim yang melakukan perlawanan terhadap serangan orang suruhan pengusaha. “Sempat ada seorang wartawan yang membantu saya untuk menghalau amukan massa. Dari situ aksi massa mulai mereda dan terkendali,” sebut Camat.

“Gak terima saya diperlakukan seperti ini, saya akan lanjutkan masalah ini ke jalur hukum. Saya akan buat laporan resmi ke Polres Binjai. Bila perlu, saya akan lanjutkan ke Poldasu,” pungkas Camat dengan nada geram.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Deliserdang, M Adami sangat menyesali kejadian tersebut. Wakil rakyat dari Fraksi PPP sangat menyayangkan perbuatan anarkis yang dilakukan orang suruhan pengusaha.

“Kita akan lanjutkan masalah ini ke jalur hukum. Kita akan bentuk pansus untuk menindaklanjuti masalah peternakan ilegal ini. Kita juga menyayangkan, kenapa gak ada satupun aparat keamanan saat terjadi aksi anarkis,” ungkap Adami geram.

Adami menduga, pihak-pihak terkait sudah menerima upeti dari praktik ilegal peternakan yang tak memiliki izin tersebut. “Dari awal Kades Tandam Hilir I gak ada terlihat mendampingi kami. Saat terjadi penyerangan terhadap Camat, pihak keamanan tak ada satupun terlihat. Seperti ada pembiaran atas perbuatan tersebut. Ada apa ini,” lanjut Adami.

Setelah suasana mulai kondusif, pengusaha ternak babi, Asan terlihat masuk ke lokasi dan tak berselang lama disusul Kapolsek Binjai, IPTU Rubenta Tarigan juga terlihat masuk ke lokasi ternak.

Dihadapan Kapolsek Binjai dan Dinas terkait dari Pemkab Deliserdang, Asan mengakui kalau usaha ternak babi miliknya tidak memiliki izin dan tidak pernah membayar kewajiban pajak atas usaha yang digelutinya tersebut.

Disamping itu, di sekitar lokasi ternak juga terlihat beberapa bangunan yang disebut-sebut tak memiliki IMB dan industri yang diduga tak berizin dari dinas terkait.
Dihadapan perwakilan dari Dinas Perizinan Kabupaten Deliserdang, Camat Hamparan Perak meminta agar Dinas terkait untuk menertibkan bangunan ‘liar’ tersebut.

“Liat ini, jelas di depan mata kalian bangunan ini tak berizin. Harus segera kalian tindak ini,” kesal Camat Hamparan Perak.
Akhirnya, sekira jam 14.00 WIB Camat Hamparan Perak beserta tim dari Pemkab Deliserdang dan awak media, meninggalkan lokasi ternak milik Asan dengan aman dan kondusif.

(Tim)