Diduga Mark Up Perjalanan Dinas, 5 Anggota DPRD Tapteng Jadi Tersangka

TAPTENG, SSOL– Diduga Mark Up atau penggunaan fiktif biaya perjalanan dinas keluar daerah Tahun Anggaran 2016-2017 dalam agenda konsultasi, kunjungan kerja dan bimbingan teknis, 5 Orang Anggota DPRD Tapteng ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/9/2018) melalui sambungan telepon.

“Benar, terkait perjalanan dinas,”ucap Kombes Tatan.

Ditambahkannya, modus yang dilakukan kelima tersangka yaitu dengan menggunakan bukti pembayaran bill hotel yang diduga fiktif atau di mark up sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas keluar daerah.

Kelima anggota DPRD Tapanuli Tengah yang berstatus tersangka yaitu berinisial AR, SG, HN, JS dan JLS, diduga kerugian negara sebesar Rp 655.924.350.

Ia juga menuturkan, penetapan status tersangka, kata Tatan, setelah penyidik memeriksa 49 saksi yang terdiri dari PNS sekretariat dan pihak management dari sejumlah hotel yang ada di Medan, Samosir, Tarutung, Jakarta, Bandung dan Manado.

“Rencananya penyidik akan memanggil dan memeriksa kelima tersangka dalam waktu dekat,”katanya.

Disebutkannya, penyidik juga sudah mengumpulkan barang bukti berupa surat perintah perjalanan dinas, tanda terima uang, bill hotel dan buku registrasi. Kelima tersangka dipersangkakan dengan pasal 2 ayat 1 subsider paal 3 UU RI Nomor 31 Tahum 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Tapteng Anton Sujarwo ketika dikonfirmasi juga membenarkan bahwa telah mendapat informasi terkait penetapan 5 Orang Anggota DPRD Tapteng tersebut sebagai tersangka dugaan Mark Up perjalanan dinas.

“Informasinya gitu, dan kita juga sudah menerima surat pemanggilan 29 Anggota DPRD Tapteng dari Polda untuk diperiksa sebagai saksi, ya atas kasus dugaan Mark Up itu,”ucapnya. (Ril).