Bupati Tapsel : ” Warga Sidimpuan Ditolak Dan di Sweeping, Itu Informasi Hoax . . . “

Padangsidimpuan.SSOL.COM-Masyarakat Kota Padangsidimpuan, khususnya para pedagang, diresahkan isu penolakan dan sweeping terhadap kehadiran mereka di berbagai daerah seperti di Kab. Tapanuli Selatan, Kamis (9/4).

Terhadap kabar penolakan dan sweeping warga Sidimpuan ini, Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu yang dihubungi wartawan lewat telepon menyatakan informasi tersebut tidak benar atau hoax.

“Tidak ada penolakan seperti itu. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, sementara pegawai kita (Pemkab Tapsel) banyak yang berdomisili di Kota Sidimpuan dan hampir setiap hari datang dan bekerja di Sipirok,” tegasnya.

Penolak pedagang asal Sidimpuan berjualan di pasar-pasar tradisional yang ada di Tapsel juga dibantahnya. “Hari ini saja banyak pedagang Sidimpuan yang jualan di Pasar Sipirok,” ujarnya.

Mengenai Surat Edaran Bupati Tapanuli Selatan nomor 443/1780/2020, menurut Syahrul, surat itu berisi instruksi dan imbauan kepada aparatur pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat, dalam rangka antisipasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Antara lain instruksi kepada Puskesmas dan kantor Camat untuk membuka pelayanan 24 jam bagi masyarakat. Dalam pelayanan ini, Camat dan Kepala Puskesmas wajin berkoordonasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Kepada perusahaan yang ada di Tapsel dihimbau mengurangi aktifitas di luar perusahaan, kecuali urusan penting. Melaporkan setiap karyawan yang akan dan telah melaksanakan perjalanan luar daerah dan luar negeri.

Seluruh tempat pelayanan publik Pemkab Tapsel beroperasi seperti biasa, dengan melaksanakan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan pakai sabun.

Proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan Covid-19, serta meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pejabat dan staf Pemkab Tapsel diintruksikan membatasi perjalanan luar daerah. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib mensosiliasikan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat.

Kegiatan keagamaan yang telah terjadwal dapat berjalan sebagaimana mestinya dengan tetap memperhatikan dan mempedomani aturan etika kesehatan.

Bagi masyarakat yang mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) segera memeriksakan diri ke Puskesmas, dokter, klinik maupun rumah sakit terdekat.

Seluruh OPD, Badan Usaha Milik Negara maupun swasta, wajib menindaklanjuti edaran ini sesuai Tufoksi masing-masing. Kepada warga Tapsel diminta untuk tenang, senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengurangi aktifitas di tempat umum dan keramaian.

“Dari seluruh point di Surat Edaran ini, tidak ada satupun yang menyebutkan atau mengarah pada instruksi penolakan dan sweeping kepada warga Sidimpuan maupun dari daerah lainnya,” tegas Bupati Tapanuli Selatan.

*Pasar Sipirok*

Terpisah, Camat Sipirok Sardin Hasibuan lewat sambungan telepon menegaskan bahwa aktifitas jual beli di Pasar Spirok pada Kamis (9/4) berjalan normal seperti biasa.

“Hari ini kebetulan hari pekan di Pasar Sipirok. Kami bersama Forkopimcam telah mendatangi seluruh pedagang dan memantau kondis pasar. Semua berjalan normal dan banyak pedagang dari Sidimpuan yang berjualan di sini,” katanya.

Camat Sipirok menambahkan, seluruh pedagang telah diwajibkan memakai masker dan jaga jarak dengan pembeli serta pedagang lainnya. “Tidak ada penolakan pedagang dari Sidimpuan di sini,” tegasnya.

Sementara Kabag Humas Pemkab Tapsel Isnut Siregar menambahkan, di sejumlah kelurahan dan desa, masyarakat membuat bilik sterilisiasi. Setiap warga yang datangvdan akan singgah di daerah tersebut diwajibkan untuk disteriliasi.

“Itu bagian upaya pencegahan penularan Covid-19, bukan sweeping dan apalagi penolakan terhadap warga yang datang,” jelas Kabag Humas Tapsel.

Martin Gabe.