Buntut Protes TPA, Warga Ancam Tidak Bayar Tangihan Retribusi.

Padangsidimpuan– Lambannya Dinas Kebersihan dan Lingkungan hidup Kota Padangsidimpuan dalam menyikapi protes masyarakat desa Batang Bahal dan Siloting Baru tentang Penetapan Lokasi TPA, sepertinya telah menimbulkan masalah baru lagi.

Akibat belum adanya titik temu kesepakatan dengan pihak masyarakat, hal itu mengakibatkan sampah yang ada di tempat pembuangan sementara yang tersebar di beberapa zona di Kota Padangsidimpuan  banyak menumpuk dan berserakan.

Sebagian sampah bahkan telah berserakan hingga ke jalan raya, selain membuat pandangan tak sedap, aroma nya pun sudah mengganggu warga yang ada sekitarnya.

Sebut Caniago salah satu warga Kelurahan Ujungpadang yang berada di sekitar tempat penumpukan sampah sangat mengeluhkan keberadaan sampah yang yang tidak diangkut  beberapa hari ini. ” Sudah empat hari ini sampah menumpuk dan truk pengangkut belum datang, entah apa penyebabnya, padahal kami bisa dikatakan cukup rajin bayar retribusi ” tukasnya

Hal senada juga datang dari warga Sitamiang, Tua Siregar mengatakan ” Saya merasa kesal akibat sampah yang bertumpukan ini tidak diangkut angkut, jika beberapa hari lagi ini tidak diangkat, saya tidak akan membayar tagihan retribusinya” pungkas Tua.

Terpisah, Kadis Lingkungan Hidup, Sahraini Lubis melalui Sekretaris nya Muhammad. Faizal ditanya soal tindak lanjut protes warga terhadap TPA tersebut mengatakan ” Kita sudah melaporkan hasil pertemuan kepada Walikota, dan tetap menunggu arahan selanjutnya dan sementara ini kita tetap mencoba lakukan langkah persuasif dengan mereka ” ujarnya.

Beliau juga membenarkan sudah beberapa hari ini aktifitas truk pengangkut sampah terhenti dan masih mencari solusi lainnya. Hal yang sama disampaikan oleh Asisten I Rahuddin Harahap mengatakan pihak Pemerintah saat ini tetap mencoba memfasiltasi aspirasi masyarakat dengan memanggil tokoh tokoh yang ada didepan tersebut.

Sementara Camat Padangsidimpuan Batunadua, Roni Gunawan Rambe menyampaikan, ” Kita menunggu arahan dengan Walikota untuk langkah selanjutnya. Ini ada kesalahan awal dari pihak dinas terkait dengan tidak melibatkan kita dari awal, setelah ada masalah pihaknya di lebaran ” ujarnya dengan intoasi sedikit kesal. (Jaker)