Berkoalisi di Jateng dan Kalbar, Demokrat- PDIP Berpeluang Mesra di 2019

JAKARTA | Dalam pemilihan kepala daerah serentak yang berlangsung di 17 Provinsi, 115 Kabupaten dan 39 Kotamadya, Partai Demokrat bersama PDIP membangun koalisi di Pilgub Kalimantan Barat dan Jawa Tengah.

Di Pilgub Kalbar, Demokrat-PDIP sepakat mengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Karolin Margaret Natasa – Suryadman Gidot. Karolin adalah kader PDIP sekaligus anak Gubernur Kalbar Cornelis, sementara Gidot adalah ketua Partai Demokrat Kalimantan Barat. Sedangkan di Pilgub Jawa Tengah, kedua partai menetapkan pilihannya untuk mengusung petahana calon gubernur Ganjar Pranowo dan calon wakil gubernur Taj Yasin Maimun.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan mengatakan koalisi itu sekaligus membuktikan bahwa partai Demokrat bisa bekerjasama dengan partai politik manapun, termasuk PDIP.

“Saya sebagai sekjen, berkomunikasi dengan sangat intens tadi malam dengan sekjen PDIP, Hasto (Hasto Kristiyanto). Kami bicara banyak berdiskusi banyak untuk menyelesaikan hal tentang pilkada, di mana kami bisa bersama dan di mana kami bisa berkompetisi,” jelas Hinca dalam keterangan kepada media di DPP Partai Demokrat, Jakarta, MInggu (7/1/2018).

Hinca menegaskan, dukungan Demokrat atas kader PDIP di Kalbar dan Jateng menjadi bukti keterbukaan. “Ini sekaligus membuktikan Demokrat bisa bekerja sama dengan siapa saja termasuk PDI Perjuangan,” tegasnya.

Disinggung peluang Demokrat dan PDIP juga berkoalisi di Pemilu 2019, Hinca tak menampik hal itu. Menurutnya tidak hanya berkomunikasi dengan PDIP, dirinya sebagai sekjen juga melakukan komunikasi dengan seluruh sekjen partai.

“Terhadap yang lain, juga saya berkomunikasi karena realitas berpolitik harus berkomunikasi. Apakah kita akan bergandengan tangan kemesraan ini nanti di 2019? Sangat mungki terjadi,” tukasnya. (SSO-01)

Editor : Bahrum Nasution