Bawaslu Ingatkan Paslon Soal Aturan Kampanye

MEDAN – Dalam rapat Pleno Terbuka Pengundia Nomor Urut Pasangan Calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018, ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan mengingatkan kepada masing-masing paslon agar menghindari money politik dan isu SARA dalam Pilgubsu tahun 2018.

Selain itu dikatakannya, masing-masing paslon harus mencabut atribut yang sudah terpasang hingga KPU selesai mencetak bahan dan alat peraga kampanye. Serta memperhatikan iklan layanan di media cetak dan elektronik agar tidak didiskualifikasi.

“Kalau tidak dibersihkan  maka dikategorikan sebagai kampanye di luar jadwal. Dan kita minta agar paslon tidak memasang alat kampanye di luar alat peraga kampanye yang dicetak KPU dan jangan memasang alat peraga kampanye di pohon, di rumah ibadah, di instansi pemerintah juga sekolah,” kata Syafrida.

Usai pengundian nomor urut pasangan calon Pilgubsu tahun 2018, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah yang mendapat nomor urut 1 mengatakan, kalau nomor satu berarti keberuntungan, karena identik sebagai jawara. “Nomor satu berarti dia juara, artinya Eramas juara,” ujar Edy Rahmayadi didampingi Musa Rajeckshah.

Edy mengatakan, untuk kampanye nanti pihaknya akan melakukan sesuai dengan ketentuan KPU. Dia berharap masyarakat dapat datang ke TPS tanggal 27 Juni mendatang dan melakukan pencoblosan.

Dalam kesempatan itu, Edy juga mengungkapkan rasa prihatinnya terkait dengan gugurnya JR Saragih sebagai calon Gubsu. Sebab menurut dia semua pasti memiliki cita-cita untuk membangun Sumut. “Namun itu semua ketentuan dari KPU dan menjadi kewenangan KPU,” ujar Edy.

Sementara disinggung apakah Eramas akan merapat kepada paratai pendukung JR Saragih, Edy mengungkapkan tidak hanya dengan partai pendukung Eramas dia akan berkoordinasi, namun untuk seluruh  masyarakat Sumut dia akan meminta dukungan. “Kalau masyarakat Sumut mendukung berarti tanggal 10 Oktober mendatang, Eramas akan dilantik menjadi Gubsu dan Wagubsu,” papar Edy.(Avi)

Editor : Yeni Sitorus