Bakar Tankos di Tepi Jalan Antar Desa, PTPN II Kebun Sawit Hulu Cemari Lingkungan

Sawit Hulu, SSOL-Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) II Sawit Hulu diduga dengan sengaja membakar tandanan kosong (tankos) bekas produksi buah sawit di seputaran jalan antar desa Sawit Hulu. Akibat pembakaran tankos tersebut, polusi udara pun tak terhindarkan.

Pantauan di lapangan, terlihat asap tebal mengepul dan mengganggu pandangan bagi masyarakat yang melintas di jalan penghubung antar dua desa tersebut. Selain mengganggu pemandangan, asap yang berasal dari pembakaran limbah produksi sawit tersebut juga sangat mengganggu fungsi pernafasan.

Selamet (52), warga Kelurahan Sawit Seberang, Kecamatan Sawit Seberang yang ditemui awak media saat hendak melintas ke Desa Sei Lepan mengaku sangat terganggu akibat asap tersebut. “Setiap lewat situ, karena takut nabrak pengendara lain yang mungkin sedang melintas, terpaksa ku bunyikan klakson bang,” beber Selamet.

Selamet menambahkan, pembakaran tankos dilokasi tersebut sudah berlangsung lama. Pihak PTPN II kebun Sawit Hulu terkesan tidak perduli dengan polusi yang ditimbulkan akibat pembakaran tankos tersebut. “Dah berbulan-bulan pembakaran tankos disitu bang. Karena jarak pandang terhalang, pernah nabrak lembu aku disitu, untung lah gak sampe luka-luka aku bang. Dah gitu, bakarnya pas dibawah kabel jaringan listrik pula itu bang,” tambah Selamet.

Lain Selamet, lain pula keluhan siswa salah satu sekolah SMK di Sawit Seberang yang mengaku bernama Junaidi. Warga Afdeling 10, Desa Sawit Hulu tersebut mengaku sangat terganggu dengan polusi dari pembakaran tankos tersebut.

“Tiap hari kami lewat sini bang. Kalau dah melewati kawasan itu, terpaksa kami tahan nafas. Kalau sampe terhirup, sesak juga dada dibuatnya bang. Kalau ada jalan alternatif, gak mau kami lewat dari sini bang,” keluh Junaidi.

Pelajar SMK tersebut terlihat menggunakan masker saat melintasi kawasan yang terkontaminasi karena polusi udara. Dengan penuh kehati-hatian, Junaidi dan teman-temannya sesama pelajar melintasi kawasan tersebut sambil membunyikan klakson untuk menghindari tabrakan dengan pengendara lain.

Terpisah, Camat Sawit Seberang, Muhammad Suhaimi, S.STP, M.SP, saat ditemui awak media di ruang kerjanya mengaku sangat terkejut dengan informasi terkait pembakaran tankos yang dilakukan PTPN II kebun Sawit Hulu tersebut. “Kita berharap kepada pihak yang melakukan pembakaran tersebut agar memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan,” ujar Suhaimi.

“Jangan lah akibat perbuatan kita, kenyamanan dan keselamatan masyarakat banyak terganggu. Lakukanlah pengolahan limbah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saya juga berharap agar tudak ada lagi pembakaran tankos yang dapat mengganggu lingkungan. Bagi masyarakat, agar melaporkan hal tersebut ke pihak terkait,” tegas Suhaimi.

Ahmad