Atraksi pencak silat Siswa MAN 1 Tapsel jadi perhatian warga serta peserta upacara dalam rangka Haornas

Tapanuli Selatan, SSOL-Pertunjukan / demonstrasi pencak silat dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) siswa Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) 1, Tapanuli Selatan (Tapsel), memukau warga yang berhadir di lapangan Sarasi 2 Kelurahan Bintuju Kecamatan Angkola Muaratais, dalam acara peringatan Hari Olah Raga Nasional, Rabu (19/9/2018).

Dengan memperagakan loncatan harimau. Atraksi dilanjutkan oleh memperagakan silat tangan kosong melawan atlet pencak silat yang memegang senjata parang. Tidak hanya sampai disitu, atraksi berbahaya lainnya juga diperagakan. Menurut Oloan Dalimunthe, salah seorang atlet mengatakan, untuk memperagakan semua aksi yang berbahaya itu, ganda campuran putra-putri yang ikut atraksi harus berlatih sekurang kurangnya dua bulan.

“Kami harus latihan dua bulan, karena atraksi banyak yang berbahaya,”ujarnya ketika ditemui disela-sela acara. Semua adegan yang ditunjukkan harus dilakukan oleh orang-orang yang ahli. Para pesilat yang tampil harus mempunyai ketenangan dalam memperagakan setiap gerakan sehingga tidak ada efek yang berbahaya.

Pernyataan yang sama juga datang dari Rizki Rahmadani dan Annisa. Kedua pesilat ini mengaku sudah mempersiapkan mental sejak dua bulan yang lalu, karena adegan yang ditampilkan cukup berbahaya dan bisa melukai diri.”Latihannya sudah dua bulan, perlu persiapan yang matang,”tuturnya. Selama dua bulan, setiap minggu mereka harus latihan minimal empat kali.

Ganda putri yang sudah meraih perak pada Pekan Olah Raga Pelajar Provinsi Sumut ini mengaku sudah 3 tahun belajar ilmu bela diri pencak silat.”Sejak kelas 1 Aliyah” menuturkan.

Martin Gabe