Anggota DPR RI DR.HINCA PANDJAITAN XIII, S.H. M.H, ACCS Siap Tampung dan Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Tanjungbalai Terkait  Pembocoran BBM Bersubsidi 

Tanjungbalai,SSOL.Com-Maraknya pembocoran BBM jenis solar bersubsidi di Kota Tanjungbalai menjadi perhatian anggota DPR RI Komisi III DR.Hinca Pandjaitan.

Sebagaimana komunikasi melalui WhatsApp, Hinca mantan sekjend DPP Partai Demokrat itu berjanji akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembocoran BBM solar bersubsidi.
“Kita diskusikan dengan baik dan saya dengarkan data dan informasinya secara lengkap agar akurat dan pas mencari jalan keluarnya”. balas Hinca melalui aplikasi WhatsApp.

Ditambahkan Hinca melalui WhatsApp “Ya. Biar tambah semangat kawan kawan dalam perjuangan. Mungkin tgl 24-25 juli saya akan datang. Saya mau dengar dan berdialog langsung dengan teman teman apa sebenarnya yg terjadi jangan rugikan rakyat”. Tambah Hinca.

Sebagaimana laporan Hermansyah Caniago Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (LPPKN) Kota Tanjungbalai bahwa telah terjadi dugaan pembocoran minyak solar bersubsidi di dua lembaga penyalur mitra PT.Pertamina (Persero) diantaranya SPDN Pantai Asahan dan SPBU Tuah, sementara laporan secara resmi sudah disampaikan ke instansi terkait.

“bahwa berdasarkan investigasi DPC LPPKN Tanjungbalai menemukan dugaan pembocoran BBM solar bersubsidi di dua lembaga penyalur, diantaranya SPDN Pantai Asahan dan SPBU Tuah, sedangkan laporan resmi secara tertulis sudah kami kirimkan ke instansi terkait”. Ungkap Herman kepada awak media.

Herman menambahkan kiranya dengan hadirnya bang Hinca nanti ke Kota Tanjungbalai maka akan ada proses hukum yang berjalan, sebab menurut Herman kegiatan pembocoran solar bersubsidi, sampai saat ini belum ada penindakan hukum.

“selaku masyarakat saya berharap, kiranya kehadiran bang Hinca selaku anggota DPR RI Ke Kota Tanjungbalai, dapat memberikan harapan baru terhadap supremasi hukum terhadap pelaku-pelaku kejahatan pembocoran BBM solar bersubsidi, sebab menurut saya belum ada penindakan hukum terhadap persoalan ini”. tambah Herman melengkapi.

S Marpaung

LEAVE A REPLY