Anak Durhaka Kecanduan Menghirup Bensin, Tebas Ibu Kandungnya

TAPSEL,SSOL-Kepolisian Resor Tapanuli Selatan ( Polres Tapsel ) dalam press releasenya dihalaman depan Mapolres Tapsel , Rabu 30/01-2019,  Jalan SM Raja Padangsidimpuan.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib, S.H, M.H di dampingi Wakapolres Tapsel Kompol Jumanto bersama Kasatreskrim AKP. A.Alexander S.H M.H, menyampaikan MRP tersangka melakukan pembunuhan berencana terhadap¬† ibu kandungnya sendiri ” tutur Kapolres.

” Tersangka MRP (18 tahun ) di kenakan pasal Persangkaan Pembunuhan berencana dan Atau pembunuhan sebagai mana dalam Pasal 340 KUHPidana Subs. Pasal 338 KUHPidana; atau Kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan matinya korban sebagaimana dalam Pasal 44 ayat (3) UURI No. 23 tahun 2004. ” Ancaman hukuman Pidana penjara seumur hidup atau sementara maksimum dua puluh tahun” tegas Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib

Korban Hotnida Hasibuan (40 tahun) warga desa Tano Bato Kec. Barumun Kab. Padang Lawas, merupakan ibu kandung MRP ( tersangka ), pada hari Sabtu tanggal 29 Desember 2018 sekira pukul 11.00 WIB , MRP melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya bertempat di Muara Tubuk Desa Papaso Kec. Batang Lubu Sutam Kab. Padang Lawas.

Saat di konfirmasi Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP A. Alexander S.H M.H menyampaikan kronologi singkat, bahwa korban sudah sangat sering mengancam akan membunuh korban karena sering dilarang untuk menghiru bensin hingga mabuk. Kemudian pada saat kejadian yaitu pada hari sabtu tanggal 29 Desember 2018 sekira pukul 11.00 WIB, pelaku mendatangi korban yang sedang menjemur kain kemudian pelaku meminta uang kepada korban (ibu pelaku) hendak membeli bensin, namun korban tidak memberikannya sehingga membuat pelaku emosi dan mengambil parang, selanjutnya membacok kepala korban dan leher dari belakang, korban yang menahan sakit sembari jongkok dan memegangi lehemya, tidak sampai disitu saja selanjutnya pelaku kembali membacok leher korban hingga mengenai jari korban dan akhimya putus, membuat korban tersungkur. Setelah korban tersungkur selanjutnya pelaku mengatakan kepada korban “Mate maho copat, naho sajo doma na manyiksa au, yang artinya ( Matilah kau cepat, karena kau saja yang menyiksa aku ), Kemudian pelaku menyeret korban serta melemparkan korban ke dalam parit di pinggir sungai, selelah itu pelaku pergi melarikan diri” terang Kasatreskrim.

Tersangka di amankan petugas bersama barang bukti 1 (satu) bilah parang; 1 (satu) potong celana boxer wana biru les merah; 1 (satu) potong kain sarung. Selanjutnya dilakukan rekonstruksi perkara, tindak lanjut pemeriksaan guna melengkapi berkas perkara untuk di ajukan ke jaksa penuntut umum.

Martin Gabe