Aliansi Ummat Islam Tabagsel Unjuk Rasa Damai

Padangsidimpuan.SSOL- Berkat Dorongan hati, jiwa dan raga untuk berjuang di jalan Allah, Dewan pengurus Aliansi Ummat Islam Tabagsel yang di ketuai Ganti Tua Siregar. SKp,Ns, MPH dan Romi Iskandar Rambe, SH (Sekretaris ) bersama dengan para ulama Padangsidimpuan, dan sebagian besar warga masyarakat, mahasiswa mahasiswi se Pemko Padangsidimpuan serta simpatisan lainnya, menggelar aksi unjuk rasa damai, Jumat (2/11/2018).

Massa diperkirakan seribuan orang, titik kumpul awalnya di Masjid Raya Al Abror Padangsidimpuan (masjid raya baru Padangsidimpuan) jalan Junjungan Lubis kel. WEK IV Kec. Padangsidimpuan Utara.

Aksi unjuk rasa ini, merupakan teguran keras bagi oknum oknum yang mengolok-olokkan agama. Mulanya ini buntut dari salah satu insiden pada hari santri 22 Oktober 2018 lalu. Insiden itu adalah terjadinya pembakaran pada bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, yang dilakukan oleh beberapa orang oknum dari Banser di Garut, Jawa barat videonya yang telah viral dan di unggah pada siang hari, Senin ,22 Oktober 2018 lalu.

Awalnya, massa berkumpul di Masjid Al Abror, berjalan dengan menggemakan kalimat tauhid, takbir, serta syahadat menuju halaman bolak Padang Nadimpu ( alun alun kota ),usai shalat berjamaah bersama di masjid, aksi ini di koordinasi oleh para ulama kota Padangsidimpuan. Serta Kordinator Aksi : Rony Saputra Siregar, Ketua Aliansi Ummat Islam Tabagsel : Ganti Tua Siregar,SKp,Ns,MPH. Sekretaris : Romi Iskandar Rambe,SH

Penyampai Orasi diantaranya, – Ustdz.Khoiruddin Rambe,S.Sos. – Ustdz.Syarifuddin Chaniago. – Ustadz.Romi Iskandar Rambe. -Ustadz.Tuan Naborkat. Penyampai Solawat ; Naufal Siregar. Hadir juga Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya beserta personilnya yang juga mengawal jalannya aksi damai.

Aliansi Ummat Islam Tabagsel sebagai elemen ummat Islam, perlu rasanya mengatakan sikap atas kejadian 22 Oktober 2018: Yakni di antaranya Berdasarkan pada pernyataan dari Kemendagri, yang dilarang itu bendera HTI, bukan bendera bertuliskan tauhid ( bendera tauhid ). Yang dimaksud sebagai bendera HTI adalah bendera yang padanya ada bertuliskan Hijbuth Tahril Indonesia, begitu juga pendapat MUI yang menyatakan bendera yang dibakar itu bukan bendera HTI, tapi bendera tauhid. Maka jelas yang terjadi adalah pembakaran bendera tauhid.

Usai membacakan pernyataan sikap para ulama menyerahkan lembaran pernyataan itu kepada Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya. Ia pun menerimanya, acara pun di akhiri dengan pembacaan doa bersama yang di bimbing oleh Tuan guru, Ustadz Tuan Naborkat. Aksi pun berjalan damai dan tentram walaupun di guyur rintikan hujan.

Martin Gabe