Pembangunan SMK Negeri STM Hulu Senilai Rp 4.2 Milyar Dikerjakan Asal Jadi

STM Hulu-hilir,SSOL- Pembangunan SMK Negeri STM Hulu Kab Deli Serdang merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di Desa Liang Muda yang dikerjakan PT Dayatama Citra Mandiri senilai Rp 4.2 Milyar terkesan amburadul dan asal jadi saja.

Pasalnya, proyek yang anggarannya masuk APBD 2017 dan telah diserahkan terima Februari 2018 kemaren masih banyak ditemukan kerusakan, seperti lantai yang retak, saluran pembuangan air yang tidak tertata serta Bronjong penahan tanah terlihat longgar.

Dan semestinya proyek tersebut seharusnya selesai Desember 2017 tapi kenyataannya molor alias melambung ke tahun 2018.

Pembangunan sekolah yang terkesan asal jadi ini kontan menjadi sorotan masyarakat sekitar, sebab pembangunan SMK merupakan  harapan  masyarakat yang diterima anggota DPRDSU dan anggarannya ditampung dalam APBD 2017.

Namun akibat ulah rekanan (PT Dayatama Citra Mandiri-red) pekerjaan pembangunan itu jauh dari yang diharapkan.

Pengakuan warga, sekolah dibangun di tanah hibah dari masyarakat itu juga memerlukan pembangunan bronjong pada sisi sekolahnya karena posisinya lebih tinggi dari jalan.

Pantauan wartawan di lokasi, penahan tanah (bronjong) yang dibuat longgar, air juga terlihat mengalir di segala arah di sisi bangunan sementara sebagian lantai terlihat sudah retak meski baru selesai dikerjakan.

Kepada wartawan, warga mengatakan sekolah tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Kecamatan STM Hulu khususnya di Desa Liang Muda dan Liang Pematang yang jauh dari kota. Selama ini, penduduk desa usia pelajar harus bersekolah di tempat yang jauh hingga harus menyewa rumah/kos di daerah sekitar sekolahnya.

“Pemprovsu maupun Gubernur harus menindak tegas pemborong yang tidak bisa melaksanakan pembangunan dengan baik  tepat waktu,” tegas warga.

Dinas Pendidikan Sumut juga dinilai lemah karena tidak adanya pengawasan di lapangan terhadap kinerja kontraktor dan terkesan membiarkan pembangunan tersebut berjalan lambat dan asal jadi.

Masyarakat  sangat keberatan dengan kondisi ini, karena mereka berharap pembangunan sekolah tersebut dapat dikerjakan dengan kualitas yang baik dan tepat waktu,” tegasnya

Bahrum Nasution