MEDAN – Minggu (17/2) siang sekira pukul 11.30 wib, Komisioner KPU RI, Ilham Sahputra, melepas pawai karnaval Kampanye Pilkada Damai 2018, di depan Taman Budaya Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Masing-masing Paslon telah menyiapkan pawai mobil dengan ragam yang berbeda. Dengan para relawan dan tim pemenangan, Edy Rahmayadi menaiki mobil Jimni merah yang sudah direnovasi dengan menggunakan ban besar dan stiker Eramas.

Dengan iringan musik dan yel-yel dari masing-masing relawan kedua Paslon. Sedang pasangan Djarot – Sihar, menaiki mobil yang juga sudah dihias sedimikan rupa dengan memakai ikon Kota Medan dan dibalut kain merah putih menyerupai bendera RI.

Sebelumnya, dalam sambutannya Ilham Sahputra sempat mengatakan bahwa untuk Paslon Djoss, mungkin pak Djarot sudah pengalaman mengikuti Pilkada di Jakarta. Bagaimana cara menciptakan Pilkada Damai dan Jujur saat maju menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta kemari. “Nah, Pilkada ditahun 2018 ini akan berlangsung Pilkada serentak di 117 suruh kabupaten kota di Indonesia, dengan jabaran 39 kabupaten kota, 113 di kotamadya.

“Kita akan mensupport apa yang dilakukan KPU, khususnya KPU Sumut. Kita persiapkan pesta demokrasi yang bawa kesejahteraan dan kebahagiaan, bukan pertengkaran atau bahkan konflik. Bagi masyarakat yang belum punya E KTP hendaknya mengurus, agar bisa menggunakan suaranya dengan baik, untuk memilih calon yang dipercayainya jika ada perpisahan yang dirasa tidak adil bapak ibu bisa melaporkan kami pada BKPP dan Bawaslu,” terang Ilham.

Masih kata Ilham, kampanye ini harus dilaksanakan dengan damai tanpa Hoax, Sara dan Politik Uang. Hal yang lain memicu hingga ketidaklancaran Pilkada 2018. Melayani layanan secara adil dan suara pada Paslon, tanpa ada ketidakadilan. Kita akan melibatkan jaringan media sosial seperti FB, WA dan IG se indonesia, agar dapat terpantau di medsos Hoax, Sara dan Politik Uang.

“KPU lansung menegur bisa langsung ditemukan akun yang menyimpang. Kita akan bekerjasama dengan ITE. Terkait semua dokumen pencalonan, saat pertama pendaftaran dan verifikasi,” jabarnya lagi.

Terkait ijazah Sihar Sitorus, Benget kembali menerangkan bahwa ini cukup memenuhi syarat yang ada. “Terkait ada laporan dan isu yang beredar. Surat keterangan pengganti ijazah, sesuai aturan maka di calon harus mengeluarkan surat keterangan SKPI, dari asal sekolah yang masih selayang masih berdiri. Hal ini tidak sama seperti yang terjadi pada balon Paslon JR Saragih, yang memang dinyatakan TMS setelah KPU dan Bawaslu melakukan cek dan ricek ke sekolah dan Disdik DKI Jakarta. Apalagi sekolah JR Saragih ternyata sudah tutup,” terang komisioner KPU Sumut ini.

Sebelum pawai dimulai, Ketua KPU SUmut, Mulia Banurea membacakan Deklarasi Kampanye Damai, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berkas oleh kedua Paslon dan diakhiri dengan pelepasan burung merpati dan balon warna-warni sebagai tanda telah disahkannya Kampanye Damai.(Avi)
Editor : Yeni Sitorus