Tolak Omnibus Law, Massa Ampibi dan Kepolisian Saling Bentrok, 41 Orang Ditahan

Batubara, SSOL.Com – Demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Batubara ricuh. Massa dan Aparat Kepolisian sempat saling dorong dan dan saling lempar Batu.

Pantauan Tim di sekitar Kantor DPRD Batubara, Limapuluh, pukul 12.00 WIB, senin (12/10/2020), polisi terlihat menembakkan gas air mata ke arah massa, dan Massa membalas dengan lemparan batu ke arah aparat.

Konsentrasi massa terpecah, sebagian lari ke arah Lapangan Blok 8 Lima Puluh, dan sebagian lagi berhamburan ke belakang Kantor KPUD dan perkebunan Socfindo.

Sebelumnya, sempat terjadi dialog antara Masa dengan Kapolres Btubara, di depan gedung DPRD Batubara, namun Masa menolak untuk bernegosiasi karena Massa hanya meminta kehadiran Ketua DPRD Batubara untuk menyatakan sikap Menolak Omnibus Law Uu Ciptakerja secar kelembagaan.

Massa menuntut UU Ciptaker yang telah disahkan DPRRI dan pemerintah dicabut. Massa menganggap UU Ciptaker merugikan pekerja, buruh, tani, nelayan dan keberadaan dunia pendidikan yang diyakini akan di kapitalisasi oleh penguasa dan pemodal.

Dalam kericuhan yang terjadi tercatat ada 41 Peserta aksi yang di amankan kepolisian.

Saat di temui Media, Salah seorang Tim Advokasi Massa, Zamal setiawan,S.H mengatakan bahwa mereka sedang mencoba untuk melakukan advokasi terhadap peserta aksi yang di tahan oleh kepolisian.

“Tercatat 41 Massa aksi yang di amankan pihak kepolisian, kita akan lakukan langkah advokasi”, ujar zamal.

Ramadhan Fajrin