Tanah Agunan Dijual, Sholeh Laporkan Mariani ke Polres Langkat

Stabat, SSOL-Karena diduga melakukan penipuan dan pemalsuan surat pernyataan jual beli tanah, Mariani (40), warga Dusun IV, Desa Hinai Kanan, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Rahmad Sholeh membuat pengaduan ke Polres Langkat, Rabu (18/9) silam.

Pengaduan warga Dusun I, Desa Suka Damai, Kecamatan Hinai Kanan, Kabupaten Langkat ini berawal dari informasi yang didapat Sholeh, bahwa sebidang tanah yang diagunkan Mariani kepadanya telah dijual kepada M Husni warga yang masih satu Dusun dengan Mariani.

Untuk memastikan informasi tersebut, Sholeh bergegas ke rumah Husni. Setelah bertemu Husni, ternyata tanah yang diagunkan Mariani kepada Sholeh sudah dijual kepada Husni.

Saat dijelaskan Sholeh kepada Husni tentang status surat keterangan pembagian hak atas tanah warisan tanah tersebut yang sudah diagunkan Mariani, Husni hanya bisa pasrah jika masalah tersebut dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Marni mengagunkan surat tanahnya sama aku tahun 2016, sementara dijualnya sama Husni tahun 2017 bang. Surat tanah yang ku pegang itu diterbitkan Kades Hinai tahun 2014, waktu itu Kadesnya masih pak Ahmadi Sopian,” beber Sholeh, Kamis (3/10) sore

Sholeh menjelaskan, bahwa dirinya telah menitipkan uang sebesar Rp20 juta kepada Mariani sebagai investasi usaha yang disertai kwitansi dan jaminan surat hak atas tanah warisan atas nama Mariani tertanggal 14 Maret 2014.

“Setelah penyerahan uang hingga kini, aku gak pernah merima bagi hasil dari investasi ku itu bang. Dan waktu uang modal yang dipinjamnya ku tagih, gak ada niat baiknya untuk mengembalikannya bang,” lanjut Sholeh.

Selain tak ada niat baik untuk mengembalikan uang Sholeh, secara diam-diam menjual tanah tersebut kepada Husni berdasarkan surat penyataan yang dibuat Mariani bahwa tanah tersebut sebelumnya tidak pernah dibuat.

“Nekad kali dia (Mariani), membuat pernyataan itu dan menjual tanah yang masih diagunkannya kepada orang lain. Jadi surat tanah yang diserahkannya sama aku itu dianggapnya apa,” kesal Sholeh.

Terpisah, Kades Hinai Kanan, Syehpuddin, yang menandatangani surat ganti rugi sebidang tanah tersebut, kepada awak media mengakui bahwa Mariani pernah datang untuk mengurus ganti rugi sebidang tanah kepada Husni, tahun 2017 silam.

“Mariani ngaku sama saya, gak ada surat tanah itu sebelumnya, dan dia dah buat pernyataan itu. Kalaupun terbukti ada pemalsuan, dia lah yang harus bertanggungjawab. Saya nandatangani surat itu kan berdasarkan pernyataan dia diatas materai 6000,” pungkas Kades Hinai Kanan.

Sholeh berharap, agar pihak Polres Langkat segera menindaklanjuti pengaduannya tersebut. “Aku minta, usut tuntas siapa aja yang terlibat dalam dugaan pemalsuan surat hak atas tanah warisan itu. Aku dah banyak dirugikan dalam masalah ini bang,” pungkas Shaleh dengan nada kesal.

Ahmad

Comments

comments