Polres Asahan  Secepatnya Tuntaskan Kasus Penyiksaan Terhadap Seorang Bocah  Piatu di Asahan 

Kisaran, SSOL.Com – Kepolisian Resor Asahan akan melakukan gelar pengaduan kasus penganiayaan yang dilakukan 5 pria warga Desa Serdang Kecamatan Meranti, Asahan terhadap Bocah Piatu, Nurdin Panjaitan (14) yang lehernya ditempel besi panas, warga desa yang sama dengan pelaku, Kamis (13/8/2020).

Menanggapi konfirmasi awak media seputar penganiayaan yang dialami Nurdin Panjaitan oleh 5 pria warga desa yang sama, Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK mengatakan bahwa kasus tersebut dalam proses penyelidikan.

AKBP Nugroho Dwi Karyanto kepada wartawan menguraikan bahwa proses lidik akan dilakukan pada hari Kamis hari ini..Seterusnya pihaknya akan melakukan gelar perkara atas pengaduan orang tua  korban.Dia mengharap prosesi lidik dapat secepatnya dinaikkan ke sidik.Konfirmasi ini disampaikan Dwi  melalui aplikasi pesan WhatsApp, Rabu kemarin.

Orangtua korban, Aron Panjaitan yang ditemui secara terpisah  kepada awak media berharap agar kelima pelaku penganiayaan anaknya, Nurdin Panjaitan yang masih berusia 14 tahun itu secepatnya diringkus  oleh pihak Polres Asahan.

Aron menerangkan bahwa kasus penganiayaan terhadap anaknya sudah dilaporkan ke Polres Asahan pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus lalu dengan Nomor: STPL/352/VIII/2020/SU/RES ASH.Aron Panjaitan menyampaikan hal tersebut kepada para wartawan  Rabu siang kemarin di kediamannya.

Aron menjelaskan, para pelaku penyiksa anaknya diketahui bernama WM (17), Carles Panjaitan (45), Tomi Siagian (25) RS (17) dan Ezri Nainggolan (20).Tidakan brutal itu mereka lakukan pada hari, Selasa pekan lalu.

Kepada pihak kepolisian Aron meminta keadilan untuk anaknya.Sudah seminggu  berlalu namun para pelaku penganiayaan anaknya masih bebas betkeliaran.Dia memohon kepada polisi agar para pelaku segera ditangkap secepatnya.

Aron juga menjelaskan bahwa kejadian penyiksaan yang dialami anaknya Nurdin mengakibatkan anaknya itu mengalami trauma berat dan sering sembunyi jika jumpa orang lain sejak kejadian tersebut.

Rusli E Sitorus

Comments

comments