Nurhayani Kecewa, Laporan Pengerusakan dan Pengancaman Diduga Belum Diproses di Polres Tapteng

Tapanuli Tengah, SSOL.COM-Sebanyak 4 orang terduga pelaku pengerusakan dan pengancaman terhadap Nurhayani Tarihoran,(58), belum juga di proses.

Atas hal itu, Nurhayani Tarihoran Warga Desa Mela I, alamat jln. Sibolga-Barus Simpang Tiga Dusun I, Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli tengah, mengaku kecewa atas kinerja Polres Tapteng yang dinilai lambat dalam memproses Laporan yang dibuatnya pada Kamis, 01 Oktober 2020, pekan lalu.

Hal ini disampaikannya kepada awak media ini pada Senin, (06/10), kemarin di salah satu tempat di kota Sibolga, didampingi dua orang anaknya dan salah seorang saudaranya.

Nurhayani  Tarihoran mengaku sangat kecewa atas kinerja Jajaran Polres Tapteng terkait Laporan Dugaan Pengerusakan dan Pengancaman terhadap dirinya yang belum ada proses, pada hal kejadian tersebut sudah berlangsung sepekan.

Kepada awak media ini, Nurhayani Tarihoran mengatakan, hari Kamis tanggal 01 Oktober lalu, saya  membuat laporan ke Polres Tapteng atas pengerusakan dan Pengancaman terhadap diri saya”, sebutnya.

Nurhayani menerangkan penyebab dirinya membuat laporan ke Polres Tapteng bermula dari tindakan keluarga adik iparnya, (Adik Suaminya) yang datang merusak Rumah yang ditempatinya dan kandang ayam yang berada di belakang rumahnya, ada pun jumlah pelaku yang datang ada sebanyak 4 orang.

“, Awalnya keluarga Adik ipar saya datang, mereka merusak kandang ayam di belakang rumah, dan juga merusak dinding rumah saya”, lanjut Nurhayati Tarihoran.

“, Selain itu ada salah seorang dari mereka sambil membawa parang yang digunakan untuk membongkar kandang ayam milik saya, mendatangi saya kedalam warung, melihat dia,(salah satu pelaku-red) mendatangi saya kedalam warung sambil membawa parang saya langsung berlari kedalam kamar, saya mengurung diri di dalam kamar guna menyelamatkan diri, dan saya keluar setelah pelaku tersebut pergi”, lanjut Nurhayani Tarihoran.

Setelah ke empat terduga pelaku Pengerusakan pergi, Nurhayani Tarihoran, didampingi anaknya langsung membuat laporan ke Mapolres Kabupaten Tapanuli tengah di jln.Jend. Faisal Tanjung kecamatan pandan sekitar pukul 11:00, dan usai membuat laporan dirinya menerima STPL, (Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor:STPL/232/X/2020/SU/RES TAPTENG/SPKT.Nurhayati Tarihoran menjelaskan, sebelumnya antara keluarganya dengan pihak keluarga adik iparnya telah terjadi perselisihan, yang mana menurutnya bahwa pihak adik iparnya tengah membangun dyk di atas tanah milik mertuanya tersebut,  dirinya meminta agar pihak adik iparnya memberikan jalan menuju rumahnya yang berada di bagian belakang, namun pihak keluarga adik iparnya itu tidak memenuhi permintaannya, dan perselisihan antara mereka juga sudah pernah dimediasi oleh Kepala Desa dan Para Tetua desa namun tidak menemukan kesepakatan.

Tidak terima atas perbuatan keluarga adik iparnya itu, Nurhayati Tarihoran memilih menempuh jalur Hukum, selama ini Nurhayati Tarihoran dan mendiang Suaminya telah bersusah payah untuk mengurus tanah warisan dari mertuanya itu, hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan Tanah atas nama Januari Aritonang, serta dikuatkan dengan Bukti pembayaran PBB sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2019 atas nama suaminya selaku salah satu ahli waris.

“, Sebenarnya mereka masih famili saya, dan yang selama ini mengurus tanah warisan itu adalah kami, dan sekarang hendak membangun di atas tanah itu, kami meminta agar diberi sedikit jalan menuju rumah kami di bagian belakang tidak diberi dan malah diberlakukan seperti ini”, sesal Nurhayati Tarihoran.

“, Saya berharap agar Pihak polres Tapteng secepatnya memproses laporan saya, sebab melihat dari tindakan mereka itu tidak tertutup kemungkinan mereka akan mengulangi perbuatannya dan melukai kami”, tandas Nurhayati Tarihoran.

Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP. Nicolas Dedy Afrianto,SH,SIK,MH, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Tapteng, AKP.Sisworo,SH, via WA, terkait belum dilakukannya tindakan hukum terhadap para terduga pelaku Pengerusakan dan Pengancaman yang dilaporkan oleh Nurhayati Tarihoran, kepada awak media ini dikatakan, Lp,(Laporan Polisi-red) nya msh dlam proses ya, untuk lebih lengkapnya silahkan ke kantor saja biar kita jelaskan semuanya dengan baik”, jawab AKP Sisworo,SH.

Diwaktu terpisah, mantan Kepala Desa Mela I, Riswan Silaban saat dikonfirmasi Media ini mengaku tidak tahu ada kejadian tersebut.

“, Saya tidak tahu kalau ada kejadian Pengerusakan dan Pengancaman tersebut, tapi sebelumnya Saya bersama para Tetua Desa sudah pernah memediasi Antara Nurhayani dan keluarga Adiknya, yang mana saat ini adiknya itu sedang membangun dyk, dan Nurhayati meminta agar diberi sedikit jalan karena rumahnya berada dibelakang, tapi saat itu tidak titik temu”, ucap Riswan Silaban.

“, Tapi kalau memang sudah sampai ada laporan ke kepolisian, harapan saya agar permasalan ini dapat di media Pihak Kepolisian, jangan lagi diperpanjang, dicari saja jalan keluarnya sebab mereka masih bersaudara”, pinta Riswan Silaban

Ferry Sitohang

Comments

comments