Musda Golkar Padangsidimpuan  Bakal Memanas, 4 Calon Siap Bertarung

Padangsidimpuan. SSOL.com-Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Padangsidimpuan yang nantinya akan berkompetisi pada Musyawarah Daerah (Musda) ke V, Jumat (28/8) sampai Sabtu (29/8) mendatang, mulai memanas.
Sehari sebelum pendaftaran, Kamis (27/8), sedikitnya empat nama kandidat mulai mencuat di permukaan. Sesuai perkembangan di lapangan, keempat figur itu sudah mendapat dukungan berimbang dari para pemilik suara dalam Musda ke V DPD Partai Golkar Kota Padangsidimpuan.
Antara lain, Empat nama yang mencuat itu adalah Ketua DPD Partai Golkar Kota Padangsisimpuan Irsan Efendi Nasution yang sudah dua periode menjabat ketua. Saat ini Irsan juga sedang menjabat Wali Kota Padangsidimpuan.
Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, setiap Ketua DPD yang sudah menjabat dua periode secara berturut-turut, tidak boleh mencalon lagi. Terkecuali ada persetujuan khusus (diskresi) dari DPP Partai Golkar.
Kemudian Siwan Siswanto yang juga sudah dua periode menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Padangsidimpuan. Saat ini, Siwan menjabat Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan.
Kandidat berikutnya adalah Madnur Siregar, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Padangsidimpuan yang kini juga menjabat Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Padangsidimpuan Batunadua.
Kandidat lainnya yang menurut pantauan di lapangan juga gencar mendekati para pemilik hak suara pada Musda ke V nanti adalah, Martua Raja Siregar. Saat ini menjabat Ketua AMPI Kota Padangsidimpuan.
Dalam Musda ke V nantinya, 11 pemilik hak suara akan menentukan pilihannya. Yakni enam suara Pimpinan Kecamatan ( PK ), satu DPD PG Provinsi, satu DPD PG Kota Padangsidimpuan, satu Dewan Penasehat DPD Kota Padangsidimpuan, satu organisasi sayap, dan satu Hasta Karya (organisasi pendiri dan yang didirikan).
Perkembangan di lapangan, para pemilik hak suara sampai saat ini masih belum menentukan sikap dukungan terhadap salah satu kandidat calon ketua DPD PG kota Padangsidimpuan yang lagi bersaing saat ini.
Di tempat terpisah, Menurut beberapa orang Ketua PK, mereka masih berkoordinasi dengan unsur pengurus. Sebab, keempat kandidat itu sama-sama memiliki kesempatan dan keunggulan yang sama untuk menduduki posisi ketua Partai Golkar.
“Kami kan pimpinan kecamatan, satu di antara kami ada yang masuk bursa calon ketua. Tentu menjadi pertimbangan bagi kami dan tanpa mengesampingkan keyakinan kami terhadap kemampuan calon kandidat lainnya,” ujar Ketua PK Golkar Padangsidimpuan Hutaimbaru, Asrul Ashar.
Sementara Ketua PK Golkar Padangsidimpuan Utara Raja Sahnan mengatakan, kepemimpinan Irsan selama dua periode menjadi Ketua DPD Partai Golkar Padangsidimpuan sangat baik.
“Tetapi ada aturan partai yang menyatakan tidak bolehnya ketua yang telah dua periode berturut turut untuk mencalon lagi. Terkecuali ada diskresi, tetapi sampai hari ini saya belum mengetahui apakah Ketua DPD yang sekarang sudah mengantongi diskresi dari DPP,” tutur Sahnan.
Terkait memanasnya bursa calon ketua ini, salah seorang tokoh masyarakat Padangsidimpuan Armen Lubis menyatakan Siwan Siswanto figur yang tepat saat ini untuk memimpin Golkar ke depan.
 “Siwan itu kader Golkar yang memulai karir dari bendahara di kelurahan naik jadi Ketua PK, terus Sekretaris selama dua periode mendampingi Ketua Irsan Efendi Nasution. Menurut saya, beliau yang paling pas menjadi ketua PG Kota Padangsidimpuan,” ketusnya.
Sementara Ketua AMPI Kota Padangsidimpuan Martua Raja Siregar mengaku sudah bergerak melakukan pendekatan dan koordinasi dengan para pemilik hak suara dalam Musda ke V PG Kota Padangsidimpuan.
“AMPI organisasi yang didirikan Partai Golkar. Dengan teman-teman pimpinan organisasi sayap, pendiri dan yang didirikan, kita sudah berkoordinasi. Hasilnya cukup baik,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Musda ke V Partai Golkar Padangsidimpuan Sahat Tua Sinaga mengatakan, pendaftaran calon ketua baru akan dibuka pada Jumat (28/8 / 2020 ).
Ditanya mengenai persyaratan calon, Sahat menyebut harus sarjana, minimal pernah satu periode menjadi pengurus di tingkat DPD, PK, organisasi pendiri dan yang didirikan.
Saat pendaftaran, sudah memiliki dukungan minimal 30 persen yang dibuktikan dengan surat dukungan dari pemilik hak suara. Tidak pernah dijatuhi hukuman pidana dan tidak terlibat PKI.
Disinggung mengenai tidak bolehnya ketua yang sudah menjabat dua periode untuk mencalon lagi, Sahat membenarkan hal tersebut.
“Terkecuali si calon tersebut mendapat diskresi dari DPP Partai Golkar. Pada Musda ini, seluruh calon mendapat perlakuan sama dari panitia” tegas ketua panitia penyelenggara Musda PG Kota Padangsidimpuan.
Martin

Comments

comments