Kalapas Sibolga Bantah Soal Tuduhan Lapas Asal Narkoba

SIBOLGA, SSOL – Terkait penggerebekan rumah warga berinisial DD yang diduga bandar Narkoba oleh Polres Sibolga, di Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Kamis (17/7/2019) kemarin.

Informasi menyebut penggrebekan itu menemukan 16 paket Narkoba jenis Sabu-sabu, meski Polisi belum mengeluarkan pernyataan resmi. Jumlah paket narkoba itu malah diungkap Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori.

Kehebohan kemudian semakin berkembang saat Jamil juga mengeluarkan pernyataan terkait pengakuan tersangka. Dalam pernyataannya, Jamil mengatakan Sabu-sabu itu diperoleh tersangka dari Lapas Klas IIa Sibolga.

“Menurut pengakuan pelaku sesudah ditemukannya barang bukti berupa sabu, barang ini diperoleh dari Lapas Sibolga,” ungkap Jamil di salah satu media.

Pasca pernyataan ini, Kalapas Klas IIa Sibolga Mulyadi membantah keras informasi itu. Dia menyebut pernyataan Jamil tersebut tidak berdasar.

“Jangan membuat statemen yang seakan-akan semua persoalan narkoba di luar, sumbernya dari Lapas, tanpa konfirmasi,” kata Mulyadi ditemui awak Media, Jumat (18/7/2019).

Ia mengaku, pernyataan dan pemberitaan tersebut telah mendiskreditkan pihaknya. Apalagi proses klarifikasi dan konfirmasi belum dilakukan.

“Polri kan tentu akan kesini, bersama kita melakukan penggeledahan gabungan. Kami merasa disudutkan, kalau semua Lapas dianggap sebagai sumber narkoba, memangnya kami ini home industri?” kata Mulyadi.

Dirinya mengakui mayoritas warga binaan di Lapas Sibolga dengan kasus Narkoba. Mulyadi menegaskan pembinaan maksimal sudah dilakukan. Pengawasan ketat juga rutin dilakukan, baik di pintu masuk Lapas maupun di ruangan-ruangan warga binaan.

Mulyadi menyesalkan pernyataan Jamil yang diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sibolga dan Ketua salah satu partai di Sibolga itu. Menurutnya, harusnya ada kordinasi antar instansi berwenang sebelum pernyataan apapun diungkap ke publik.

“Tentu kita membantah (narkoba-red) itu dari Lapas, karena selama ini yang bikin gaduh karena pernyataan itu. Dan wakil ketua dprd itu tidak menghubungi saya, seolah lebih tahu dari kita,” ujar Mulyadi.

Soal pernyataan peredaran Narkoba di Lapas yang ia gawangi, Mulyadi mengaku siap jika dilakukan penggeledahan oleh instansi berwenang secara terkordinasi.

“Lapas siap untuk pembuktian, bahwa pernyataan itu tidak betul. Dan apakah dia (Jamil) siap untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya, jika tidak terbukti?” tandas Mulyadi.

Lebih jauh Mulyadi menuturkan, dalam persoalan ini seharusnya seluruh pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah dan mempercayakan aparat penegak hukum bekerja secara profesional.

“Kami menyesalkan mengapa kok ada yang mengeluarkan pernyataan itu, padahal ada lembaga resmi yakni kepolisian yang memiliki kewenangan penuh menyampaikan hasil pemeriksaannya. Ini kan pernyataan itu seolah tidak ada praduga tak bersalah dan gegabah menyampaikannya ke media. Kami sangat menyesalkan,” kata Mulyadi.

Ia juga meminta awak media dalam memberitakan kasus ini tetap mengedepankan etika jurnalisme yang baik, dan tidak melakukan tuduhan tanpa klarifikasi.

“Sekali lagi kami minta teman-teman media mengedepankan azas praduga tak bersalah sesuai kode etik, dan mari kita hormati proses hukum,” pungkasnya.[]
IWAN PAKPAHAN.

 

Comments

comments