Industri hoaks diprediksi akan berhenti hingga usai Pemilu

Ilustrasi : ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma.

JAKARTA, SSOL– Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo memprediksikan kabar bohong, hoaks dan ujaran kebencian menjelang pencobolasan jumlahnya terus meningkat.

Hoaks sekarang seperti sebuah industri, trendnya terus meningkat seperti dari data Kemenkominfo bahwa sepanjang Agustus 2018-Maret 2019 ada 1.224 konten hoaks di mana 331 di antaranya bermuatan politik,” ucapnya di gedung MNC, Jakarta, Rabu (10/4).

Meski demikian hoaks, kabar bohong tersebut diprediksikan akan berhenti sampai pada Pemilu 2019. Tentunya hal ini membutuhkan peran serta semua pihak.

Karena yang paling rentan dalam penyebaran hoaks sebenarnya adalah justru bukan generasi milenial.

Justru saya membela kaum milenial yang katanya rentan penyebaran hoaks. Yang paling rentan menyebarkan hoaks itu pada generasi Z . Penyebabnya apa ? Bisa faktor psikologis dan ini perlu dibuktikan juga oleh psikolog,” ujarnya.

Masalah lain menurut Karyono adalah adanya ajakan golput atau tidak memilih.

Meskipun golput adalah hak atau pilihan akan tetapi kata dia, sebaiknya menggunakan hak pilih. Karena jika golput pertama hilangnya kesempatan memilih pemimpin.

Editor : Rakisa

Comments

comments