Dalam 2 Bulan, Polres Tapteng Berhasil Ungkap 22 Kasus Narkoba Dan Menangkap 36 Tersangka

TAPTENG, SSOL – Dalam rentang waktu 2 bulan Polres Tapteng berhasil mengungkap 22 Kasus Narkoba dan menangkap sebanyak 36 orang tersangka.

Hal ini dikatakan Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Sukamat saat menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan peredaran Narkoba di wilayah Tapteng, Sumatera Utara, Rabu (9/10/2019).

Konferensi pers digelar setelah personil Sat Narkoba berhasil menangkap seorang pria berinisial DSL (22) yang merupakan warga Madina. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 2 paket sabu siap edar seberat 2 ons.

“Penangkapan terhadap DSL dilakukan pada Senin (7/10) sekira pukul 04.00 di depan pabrik getah Sarudik, Kecamatan Sarudik,” kata Sukamat.

Disebutkan Sukamat, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, DSL mengaku bahwa sabu seberat 2 ons itu diperoleh CAN warga Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng. Sabu yang dibungkus dalam plastik bening itu akan dibawa ke Kabupaten Madina untuk diedarkan.

“Kita masih terus menyelidiki kasus tersebut,” katanya.

Sepanjang bulan Agustus-September, personil Satnarkoba berhasil mengungkap 22 kasus narkoba dengan mengamankan 36 tersangka. Dari pengungkapan itu, kata Sukamat petugas juga berhasil mencegah peredaran Narkoba dari dalam Lapas kelas ll A Sibolga.

“Total sabu yang berhasil diamankan sebanyak 3 gram, sementara ganja 13,19 Gram serta 5 batang tanaman ganja dan untuk pil ekstasi ada sebanyak 0,06 gram,” jelasnya.

Sukamat menyebut, penangkapan DSL adalah pengungkapan kasus Narkoba terbesar yang ditangani oleh Satnarkoba Polres Tapteng.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mau membantu pihak kepolisian untuk mencegah masuknya peredaran narkoba ke Tapanuli Tengah.

“Tidak ada kata-kata toleransi terhadap narkoba, semua akan kita berantas sesuai dengan ketentuan. Dan itupun kita harap partisipasi dari masyarakat melalui informasi apabila ada peredaran narkoba agar bisa ditindak lanjuti,” tandas Sukamat.[]
IWAN PAKPAHAN

Comments

comments